Rabu, 25 April 2018

Teknik Pengambilan Sampling


            Dalam pengambilan sampel dari populasi (atau biasa disebut sampling) ada beberapa cara yang memang sudah lazim dilakukan. Sampling sendiri dilakukan salahsatunya karena jumlah populasi yang akan diteliti memiliki jumlah data yang banyak, sehingga proses sampling ini perlu dilakukan untuk menghemat waktu dan biaya.
            Berikut beberapa teknik Pengambilan Sampel (Sampling) yaitu :
               Pengambilan Sampel Secara Acak (Random Sampling)
Cara pengambilan sampel dengan cara memilih sejumlah elemen dari populasi untuk menjadi anggota sampel dimana setiap elemen-elemen tersebut di atas mendapat kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Di bawah ini dicantumkan beberapa cara untuk pengambilan sampel secara acak diantaranya sebagai berikut.
a. Simple random sampling
Pemilihan dilakukan dengan cara acak, di mana daftar nama responden dilakukan pengundian untuk terpilih.
b. Stratified random sampling
Teknik pengambilan sampel dari populasi di mana populasinya dibagi-bagi terlebih dahulu menjadi kelompok yang relatif homogen (stratum) -- untuk menjamin keterwakilan dari masingmasing stratum
c. Systematic random sampling
Sampling di mana pengambilan elemen pertama sebagai anggota dipilih secara
acak kemudian diikuti secara sistematik. Cara ini menggunakan cara sebagai berikut :
k = N/n
Keterangan :
k = interval
N = Jumlah Data
n = Elemen pertama yang dipilih sebagai anggota
Contoh:
N = 20, n = 4,
k = 20/4 = 5
Nilai k diacak: 1 sampai 5, dan kemudian didapat angka  4
Jadi data yang akan dianalisis secara berturut-turut adalah Responden nomor 4, 9, 14, dan 19.
         > Pengambilan Sampel dengan Non-Acak (Non-Random Sampling)
a. Purposive sampling
Pemilihan elemen untuk menjadi sampel berdasarkan pertimbangan yang tidak acak. Cara memilih sampel dengan menggunakan metode ini yaitu dengan memilih sampel berdasarkan sampling tergantung kriteria apa yang digunakan. Jadi ditentukan dulu apa kriteria-kriteria sampel yang diambil.
Jadi pada intinya teknik purposive sampling ini adalah sang peneliti turun langsung ke tempat kejadian atau TKP menuju langsung ke tempat (area, wilayah, lokasi) tertetu yang banyak anggota populasi dimaksud berada.
b. Quota sampling
Mirip dengan sampling acak berlapis namun pemilihan elemen dari stratum tidak acak. Pada teknik sampling ini peneliti tidak mempunyai pertimbangan lain kecuali berdasarkan kemudahan saja. Seseorang diambil sebagai sampel karena kebetulan orang tadi ada di situ atau kebetulan dia mengenal orang tersebut. Oleh karena itu ada beberapa penulis menggunakan istilah accidental sampling – tidak disengaja – atau juga captive sample (man-on-the-street) Jenis sampel ini sangat baik jika dimanfaatkan untuk penelitian penjajagan, yang kemudian diikuti oleh penelitian lanjutan yang sampelnya diambil secara acak (random). Namun pada beberapa kasus penelitian yang menggunakan jenis sampel ini,  hasilnya yang didapatkan ternyata kurang obyektif.
c. Convenience sampling
Pemilihan sampel sesuai dengan keinginan peneliti. Sampling ini digunakan biasanya untuk riset eksplanatory atau uji coba kuesioner. Penggunaannya terbatas untuk situasi tertentu.
Pengambilan sampel dengan teknik convenience sampling didasarkan pada ketersediaan dan kemudahan mendapatkannya. Penarikan sampel dengan teknik ini nyaris tidak dapat diandalkan namun dalam kondisi tertentu dirasakan sangat bermanfaat karena biayanya murah, dan sangat mudah dilaksanakan karena peneliti memiliki kebebasan untuk memilih siapa saja menjadi responden atau apa saja yang dia temui sebagai sampel.
d. Snowball sampling
Pemilihan sampel ini dilakukan berdasarkan rekomendasi dari responden sebelumnya. Dapat diterapkan untuk populasi kecil. Teknik sampling  ini biasanya sering dipakai ketika peneliti tidak banyak tahu tentang populasi penelitiannya. Dia hanya tahu satu atau dua orang yang berdasarkan penilaiannya bisa dijadikan sampel. Karena peneliti menginginkan lebih banyak lagi, lalu dia minta kepada sampel pertama untuk menunjukan orang lain yang kira-kira bisa dijadikan sampel. Responden untuk sampling dipilih atau ditentukan berdasarkan informasi yang didapatkan dari responden sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar