Rabu, 25 April 2018

Paper tentang Light Fidelity


TEKNOLOGI LI-FI (LIGHT FIDELITY)
Dzikri Ihsani Mahardika
dzikriihsani1801@gmail.com


ABSTRAK
LiFi (LightFidelity) merupakan teknologi yang menggunakan LED (Light Diode Emiting) untuk mengirimkan data kepenerima dengan perubahan intensitas cahaya sangat cepat sehingga ia tidak bisa dilihat oleh mata manusia.Teknologi ini disebut VLC (Visible Light Communication) yaitu teknologi yang memanfaatkan LED merupakan alternatif yang potensial untuk mewujudkan link nirkabel kecepatan tinggi untuk mengatasi keterbatasannya sumber daya frekuensi radio sehingga dapat dikembangkan metode smartlighting yang memungkinkan cahaya digunakan untuk mengirim dan menerima data. Dengan teknologi ini anda tidak perlu berada di dalam wilayah wifi untuk melakukan koneksi internet, anda hanya perlu berada di bawah sumber cahaya lampu. Berdasarkan hasil percobaan para ilmuan, kecepatan LiFi (LightFidelity) telah mencapai kecepatan hingga 50 Mbps. LiFi menjanjikan kecepatan transfer yang lebih cepat dibanding WiFi dan LiFi kemungkinan akan menggantikan WiFi dimasa mendatang.

Kata Kunci: Li-fi, LED, Wifi

PENDAHULUAN
Teknologi saat ini sudah sangat berkembang, salah satunya adalah penemuan teknologi Li-Fi di Cina. Disini penulis akan menjelaskan tentang Li-Fi dan keunggulannya dibandingkan dengan teknologi yang lain. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.



PEMBAHASAN
Lifi (light fidelity) memiliki dua arah jaringan yaitu kecepatan yang tinggi dan jaringan komunikasi nirkabel seperti wifi. Lifi merupakan bentuk komunikasi cahaya tampak dan bagian dari komunikasi nirkabel optik atau biasa disebut optical wireless communications (OWC) dan bisa menjadi pelengkap komunikasi RF (wifi atau jaringan selular), atau bahkan pengganti di konteks penyiaran data. Bila dibandingkan dengan wifi implementasi dapat mencapai kecepatan 224 Gbps.Lifi ini berupa jaringan nirkabel dan menggunakan komunikasi cahaya seperti infra merah mendekati ultra violet tetapi bukan gelombang frekuensi radio seperti spektrum. Lifi dapat membawa lebih banyak informasi sehingga dapat digunakan sebagai solusi dalam keterbatasan RF bandwidth.[1] Meskipun lifi dapatdigunakan untuk data yang off-load dari jaringan wifi yang ada, implementasi dapat digunakan untuk menyediakan kapasitas untuk permintaan downlink lebih besar sehingga ada infrastruktur jaringan nirkabel dapat digunakan secara komplementer.
Berbeda dengan wifi yang menggunakan sinyal frekuensi radio tradisional (RF) untuk mengirimkan data, lifi menggunakan bagian dari spektrum elektromagnetik untuk mengirimkan informasi pada kecepatan yang sangat tinggi. Dengan lifi, data ditransmisikan oleh modulasi intensitas cahaya, yang kemudian diterima oleh detektor foto-sensitif, dan sinyal cahaya didemodulasikan dalam bentuk elektronik. Modulasi ini dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak tampak oleh mata manusia. Lifi terkesan unik karena energi terlihat sama dengan cahaya biasa sehingga selain dapat digunakan sebagai penerangan juga dapat digunakan untuk komunikasi.
Penggunaan dari bagian cahaya dari spektrum elektromagnetik untuk mengirimkan informasi disebut juga dengan istilah umum visible light communication (VLC). Purelifi yang sebelumnya bernama pureVLC adalah sebuah produsen peralatan atau original equipment manufacturer (OEM) untuk memasarkan produk lifi untuk mengintegrasi produk sistem lighting LED.

 

 

Bagaimana Cara Kerja Li-Fi (Light Fidelity) ?

            LiFi dan WiFi sebenarnya almos sama karena keduanya mentransmisikan data secara elektromagnetik. But WiFi menggunakan gelombang radio, sedangkan LiFi menggunakan gelombang cahaya yang tampak. LiFi menggunakan Lamp Driver akan mengkonversi data digital ke bohlam LED pintar tersebut. While penerima nantinya akan dilengkapi alat photo-detector untuk mengkonversi cahaya menjadi cahaya digital yang kemudian dapat dibaca oleh komputer.
Cara Kerja Li-Fi

Cara Kerja LiFi
Lalu bagaimana LiFi dapat mentransmisikan data yang jauh lebih besar daripada WiFi? Berdasarkan teori, spektrum cahaya yang tampak itu 10000x lebih besar dari gelombang radio yang digunakan untuk WiFi pada umumnya. Therefore cahaya dapat mentransmisikan data dalam jumlah yang lebih banyak dari WiFi secara bersamaan, sehingga LiFi bisa lebih cepat.
Perbandingan Spektrum Cahaya Infrared dengan Cahaya Tampak

Perbandingan besar spektrum cahaya infrared dengan cahaya tampak (source : BBC)
Contoh sederhana yang bisa kamu rasakan  sekarang adalah cahaya infra-merah (cahaya tak terlihat) pada remot TV mampu mentransmisikan data less than 1.000 bps. Sedangkan lampu LED pintar masa kini (cahaya tampak) mampu mentransmisikan data yang more than cukup untuk membuat koneksi yang stabil, tapi tetap terlihat seperti cahaya lampu pada umumnya.
Selain mampu mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi, Li-Fi tidak dapat dipengaruhi sinyal radio. As a result bisa dimanfaatkan di tempat-tempat yang rentan terhadap gangguan sinyal radio seperti di dalam pesawat.
However bukan berarti Li-Fi tidak memiliki kekurangan. Cahaya terlihat tidak mampu menembus tembok, seperti apa yang bisa dilakukan oleh sinyal radio di Wi-Fi. However, untuk saat ini cahaya Li-Fi masih belum bisa diaplikasikan di luar ruangan yang terkenal sinar cahaya matahari langsung, karena akan mempengaruhi sinyal Li-Fi.


Fitur-Fitur Li-Fi
Kapasitas bandwidth spektrum cahaya 10.000 lebih dari spektrum RF, tanpa hambatan, dan bebas dalam penggunaan. Densitas data lifi dapat mencapai sekitar 1000 kali kepadatan data wifi karena cahaya juga terdapat pada daerah iluminasi ketat dan terpusat sedangkan RF cenderung menyebar dan menyebabkan gangguan. Kecepatan tinggi dapat dicapai karena gangguan rendah, bandwidth perangkat tinggi dan intensitas tinggi pada output optik. Perencanaan kapasitas sederhana karena agak cenderung pada infrastruktur penerangan dimana orangorang ingin berkomunikasi, dan kekuatan sinyal yang baik dapat dilihat.
Efisiensi pada biaya rendah karena memerlukan komponen lebih sedikit dari teknologi sinyal radio. Energi dalam pencahayaan LED sudah efisien dan transmisi data membutuhkan daya tambahan yang diabaikan. Lingkungan transmisi pada RF dan propagasi sangat sulit, tetapi tidak pada lifi yang bekerja dengan baik dalam hal lingkungan.
Keselamatan terhadap kehidupan di bumi telah berevolusi melalui papran cahaya, sehingga tidak ada masalah keamanan atau kesehatan pada teknologi ini.dan tidak ada bahaya yang diakibatkan oleh teknologi ini karena transmisi cahaya menghindari penggunaan frekuensi radio yang dapat mengganggu sirkuit elektronik di lingkungan tertentu seperti di dalam pesawat.
Keamanan dalam privasi sangat terjaga karena sulit dalam pencarian sinyal di luar area karena sinyal terbatas pada daerah khusus dan tidak akan menembus dinding selain kaca. Pengendalian data dapat diarahkan dari satu perangakat ke perangkat lain dan pengguna dapat melihat dimana data tersebut tersimpan. Tidak ada fitur keamanan tambahan seperti pasangan dalam interkoneksi RF pada sinyal bluetooth.


REFERENCES
F. Xiong, Digital Modulation Techniques, Norwood, MA, USA:Artech House, 2006.
D. Stoyan, W. S. Kendall, J. Mecke, Stochastic Geometry and its Applications, Hoboken, NJ, USA:Wiley, 1995.
European, EN 12464-1, "Lighting of Indoor Work Places", Jan. 2009.
V. Donald, "Advanced mobile phone service: The cellular concept", Bell Syst. Tech. J., vol. 58, no. 1, pp. 15-41, Jan. 1979.
Z. Chen, N. Serafimovski, H. Haas, "Angle diversity for an indoor cellular visible light communication system", Vehicular Technology Conf., May 18–21, 2014.
Y. Wang, H. Haas, "Dynamic load balancing with handover in hybrid Li-Fi and Wi-Fi networks", J. Lightw. Technol., vol. 33, no. 22, pp. 4671-4682, Nov. 2015.
A. M. Vegni, T. D. C. Little, "Handover in VLC systems with cooperating mobile devices", Proc. Int. Conf. Comput. Netw. Commun., pp. 126-130, Jan. 2012
D. Tsonev, S. Sinanović, H. Haas, "Novel unipolar orthogonal frequency Division multiplexing (U-OFDM) for optical wireless", Vehicular Technology Conf., May 6–9, 2012.
E. Sarbazi, M. Uysal, M. Abdallah, K. Qaraqe, "Ray tracing based channel modeling for visible light communications", Proc. 22nd Signal Process. Commun. Appl. Conf., pp. 702-705, Apr. 2014.
H. Haas, "High-speed wireless networking using visible light", Apr. 2013.
S. Dimitrov, H. Haas, Principles of LED Light Communications: Towards Networked Li-Fi, Cambridge, U.K.:Cambridge Univ. Press, Mar. 2015.
B. Rofoee, K. Katsalis, Y. Yan, Y. Shu, T. Korakis, L. Tassiulas, A. Tzanakaki, G. Zervas, D. Simeonidou, "First demonstration of service-differentiated converged optical sub-Wavelength and LTE/WiFiNetworks over GEAN", Proc. Opt. Fiber Commun. Conf. Exhib., pp. 1-3, Mar. 2015.

T. Komine, S. Haruyama, M. Nakagawa, "Performance evaluation of narrowband OFDM on integrated system of power line communication and visible light wireless communication", Proc. Int. Symp. Wireless Pervasive Comput., Jan. 2006.
M. Z. Afgani, H. Haas, H. Elgala, D. Knipp, "Visible light communication using OFDM", Proc. 2nd Int. Conf. Testbeds Res. Infrastruct. Develop. Netw. Commun., pp. 134, 2006.

J. Armstrong, A. Lowery, "Power efficient optical OFDM", Electron. Lett., vol. 42, no. 6, pp. 370-372, Mar. 2006.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar